Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Monday, October 24, 2016

Rutin Minum Kopi Cegah Penyakit Degenerasi Mata, Inilah Alasannya!


Kita sudah tahu bahwa kopi dapat menghalau kantuk dan bahwa antioksidannya memberi manfaat kesehatan dalam berbagai cara.
Sebuah studi baru dari Cornell University menambah satu lagi manfaat kopi. Peneliti menemukan bahwa antioksidan di dalam kopi, yang disebut asam klorogenat (CLA), dapat melindungi dan mencegah degenerasi retina.
Percobaan dilakukan pada sekelompok tikus. Para peneliti mengembangkan radikal bebas dan stres oksidatif agar mata tikus mengalami degenerasi retina. Kemudian, mereka memberikan asam klorogenat kepada sekelompok tikus untuk melihat efeknya.
Peneliti menemukan, tikus yang diberikan asam klorogenat tidak berakhir dengan kerusakan retina. "Temuan ini penting dalam memahami makanan fungsional, yaitu makanan alami yang memberikan efek kesehatan yang menguntungkan," kata Chang Y. Lee, profesor ilmu gizi dan penulis senior studi tersebut.
Kopi adalah minuman paling populer di dunia dan sekarang kita jadi lebih memahami apa lagi manfaat yang bisa kita dapatkan dari minuman ini.
Penelitian lain menemukan bahwa kopi (tanpa gula) dapat membantu mencegah diabetes, Parkinson, kanker prostat, Alzheimer dan penyakit lainnya. Secara keseluruhan, bahkan kopi dapat menurunkan angka kematian.
Tetapi ada banyak faktor yang terlibat dalam cara bagaimana kopi memengaruhi kesehatan. Salah satunya adalah, bagaimana cara tubuh memetabolisme kafein sehingga memiliki dampak baik untuk Anda.
Di sisi lain, orang-orang dengan disposisi genetik jantung tertentu, memiliki risiko lebih tinggi mendapat gangguan kardiovaskular jika mereka minum kopi.
Sebuah studi dari Harvard University menemukan bahwa minum kopi hingga enam cangkir perhari tidak memiliki efek kesehatan yang merugikan pada orang-orang di usia 50-60 an tahun.
Dr Rob van Dam, asisten profesor di Departemen Gizi Harvard, menulis bahwa kopi sebenarnya hal yang relatif sulit untuk dipelajari.
Seringkali orang berpikir kopi hanya mengandung kafein. Padahal sebenarnya, minuman ini mengandung ratusan senyawa yang berbeda di dalamnya.
Karena kopi mengandung begitu banyak senyawa yang berbeda, minum kopi dapat menyebabkan hasil kesehatan sangat beragam pada masing-masing orang. Ada orang yang mendapat manfaat, namun ada juga yang merasa dirugikan.
Namun, kebanyakan penelitian menemukan fakta bahwa kopi tidak merugikan untuk sebagian besar orang.
Van Dam berkata, "Untuk populasi umum, bukti-bukti menunjukkan bahwa minum kopi tidak memiliki efek kesehatan yang merugikan secara serius. Tapi penting juga untuk diingat, sebagian besar penelitian itu menggunakan kopi hitam murni berkualitas baik, walau ada juga yang ditambah sedikit susu atau gula di dalamnya."
Para peneliti berharap bahwa dengan penelitian lebih lanjut, mereka akan dapat mengetahui apakah asam klorogenat mampu menembus penghalang darah retina.

Jika mengonsumsi kopi mampu membawa CLA langsung ke retina, mungkin nantinya para ilmuwan dapat membuat resep khusus yang dapat Anda nikmati setiap hari untuk mencegah kerusakan mata.(Medical Daily/Kompas.com)

Editor : Pradisma
Sumber: Kompas
Read more

Sunday, October 23, 2016

Orang-orang Asia Lebih Rentan Terkena Diabetes, Ini Alasannya!


Jumlah penyandang diabetes melitus di sejumlah negara, termasuk Indonesia, terus meningkat. Tetapi peningkatan paling pesat terjadi di negara berpenghasilan rendah-menengah. Saat ini, 60 persen populasi diabetes dunia ada di Asia.
Bila dibandingkan dengan orang di Eropa dan Amerika, orang-orang Asia memang lebih beresiko menderita diabetes melitus atau kencing manis. Orang Asia juga cenderung menderita penyakit ini meski indeks massa tubuhnya rendah atau tidak gemuk. Berbeda dengan di negara maju, diabetes sebagian besar terjadi pada orang yang obesitas.
Dalam beberapa penelitian disimpulkan, risiko diabetes yang membayangi orang Asia, terutama Asia Selatan, adalah karena mereka memiliki otot lebih sedikit dan lemak perut lebih banyak. Kondisi tersebut meningkatkan resistensi insulin atau gangguan metabolisme tubuh sehingga tidak bisa memakai insulin tubuh.
Teknologi imaging untuk mengukur lemak pada manusia juga menunjukkan, orang Asia yang indeks massa tubuhnya (IMT) normal ternyata memiliki lebih banyak lemak di sekeliling organ dalam dan di perut, dibandingkan dengan orang Eropa yang nilai IMT-nya sama.
Faktor lainnya adalah perubahan gaya hidup menjadi kurang bergerak, urbanisasi, dan kalori murah dalam bentuk makanan yang diproses, terutama karbohidrat, membuat risiko diabetes mencuat.
Ancaman diabetes tersebut sebenarnya bisa ditepis, antara lain dengan memiliki gaya hidup sehat sejak dini. Menjaga pola makan sehat, mengurangi makanan berlemak dan karbohidrat, serta banyak melakukan aktivitas fisik.
Jaga berat badan dan juga lingkar perut tetap normal. Selain itu, lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, antara lain mengukur kadar gula darah. diabetes adalah penyakit yang pada awalnya tidak bergejala. Bila sudah timbul keluhan, berarti penyakitnya sudah terlanjur memburuk. (BBC News/Kompas.com/jabar.tribunnews.com)

Editor   : Pradisma
Sumber: Tribun Jabar
Read more